di infus di rumah sakit
Seluk-beluk Infus Intravena di Rumah Sakit
Infus intravena (IV), umumnya dikenal sebagai “on a infus”, adalah prosedur yang umum dilakukan di rumah sakit, memainkan peran penting dalam mengalirkan cairan, obat-obatan, dan nutrisi langsung ke aliran darah pasien. Metode ini melewati sistem pencernaan, memungkinkan penyerapan yang cepat dan kontrol dosis yang tepat, sehingga sangat diperlukan untuk berbagai kondisi dan perawatan medis. Memahami nuansa infus IV, mulai dari peralatan yang digunakan hingga potensi komplikasi, sangat penting bagi profesional kesehatan dan pasien.
Tujuan dan Aplikasi Infus IV:
Infus IV memiliki banyak tujuan di lingkungan rumah sakit. Yang paling umum meliputi:
-
Hidrasi: Mengisi kembali cairan yang hilang karena dehidrasi yang disebabkan oleh muntah, diare, demam, atau asupan oral yang tidak memadai. Hal ini sangat penting terutama bagi bayi, orang lanjut usia, dan pasien dengan kondisi medis tertentu.
-
Administrasi Obat: Memberikan antibiotik, pereda nyeri, obat kemoterapi, dan obat lain langsung ke aliran darah. Hal ini memungkinkan timbulnya tindakan yang cepat dan menghindari potensi degradasi obat di saluran pencernaan.
-
Keseimbangan Elektrolit: Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit, seperti rendahnya natrium (hiponatremia), rendahnya kalium (hipokalemia), atau tinggi kalsium (hiperkalsemia). Ketidakseimbangan ini dapat mengganggu fungsi vital tubuh dan memerlukan koreksi segera.
-
Transfusi Darah: Memberikan darah atau produk darah (misalnya, sel darah merah, trombosit, plasma) kepada pasien dengan anemia, kehilangan darah, atau gangguan pembekuan.
-
Dukungan Nutrisi: Memberikan nutrisi parenteral total (TPN) kepada pasien yang tidak mampu makan atau menyerap nutrisi melalui sistem pencernaannya. TPN mengandung campuran lengkap karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
-
Prosedur Diagnostik: Pemberian agen kontras untuk studi pencitraan seperti CT scan dan MRI. Agen ini meningkatkan visibilitas organ dan jaringan internal.
Peralatan dan Pengaturan Penting:
Menyiapkan infus IV memerlukan perhatian cermat terhadap detail dan teknik steril. Peralatan penting tersebut meliputi:
-
Solusi IV: Larutan spesifik (misalnya normal saline, Ringer laktat, dekstrosa) ditentukan berdasarkan kebutuhan pasien dan perintah dokter. Solusinya tersedia dalam kantong atau botol steril.
-
Set Administrasi IV: Selang sekali pakai ini menghubungkan larutan IV ke kateter IV pasien. Biasanya mencakup ruang tetesan, penjepit rol, dan port injeksi.
-
IV Kateter: Sebuah tabung kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah, biasanya di lengan atau tangan. Kateter tersedia dalam berbagai ukuran (ukuran) tergantung pada ukuran vena pasien dan laju aliran yang diperlukan.
-
Turniket: Digunakan untuk membatasi aliran darah sementara, membuat vena lebih menonjol dan lebih mudah diakses.
-
Solusi Antiseptik: Digunakan untuk membersihkan tempat penyisipan dan mengurangi risiko infeksi. Larutan umum termasuk klorheksidin dan povidon-iodin.
-
Sarung Tangan Steril: Dipakai oleh penyedia layanan kesehatan untuk menjaga sterilitas selama prosedur.
-
Tape atau Dressing Transparan: Digunakan untuk mengamankan kateter IV pada tempatnya.
-
Kutub IV: Tempat yang digunakan untuk menggantung kantong atau botol larutan IV.
-
Pompa Infus (Opsional): Perangkat elektronik yang secara tepat mengontrol laju aliran larutan IV. Pompa infus sering digunakan untuk pengobatan yang memerlukan dosis tepat atau untuk pasien yang membutuhkan asupan cairan yang konsisten.
Prosedur Penyisipan IV:
Prosedur pemasangan IV adalah keterampilan yang dilakukan oleh perawat, dokter, dan profesional kesehatan terlatih lainnya. Langkah-langkah utamanya meliputi:
-
Penilaian dan Persiapan Pasien: Menilai riwayat kesehatan pasien, alergi, dan kondisi vena. Menjelaskan prosedur kepada pasien dan mendapatkan informed consent.
-
Kebersihan Tangan: Mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
-
Perlengkapan Pengumpulan: Merakit semua peralatan yang diperlukan dan memastikannya steril.
-
Seleksi Vena: Memilih vena yang cocok untuk dimasukkan, biasanya di lengan atau tangan.
-
Aplikasi Tourniquet: Memasang tourniquet di atas tempat penyisipan untuk melebarkan vena.
-
Persiapan Kulit: Membersihkan tempat penyisipan dengan larutan antiseptik dan membiarkannya kering sepenuhnya.
-
Penyisipan Kateter: Memasukkan kateter IV ke dalam vena yang dipilih dengan sudut yang dangkal. Setelah darah kembali terlihat, masukkan kateter ke dalam vena dan lepaskan jarum.
-
Stabilisasi Kateter: Mengamankan kateter pada tempatnya dengan selotip atau pembalut transparan.
-
Menyambungkan Tabung IV: Menghubungkan set administrasi IV ke hub kateter.
-
Memulai Infus: Membuka klem rol atau memprogram pompa infus untuk memulai aliran larutan IV.
-
Pemantauan: Pantau secara teratur tempat pemasangan untuk mencari tanda-tanda infeksi, infiltrasi, atau flebitis. Memantau pasien terhadap reaksi merugikan terhadap larutan atau obat IV.
Potensi Komplikasi dan Penatalaksanaannya:
Meskipun infus IV umumnya aman, potensi komplikasi dapat timbul. Ini termasuk:
-
Infiltrasi: Terjadi ketika larutan IV bocor keluar vena dan masuk ke jaringan sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan ketidaknyamanan. Penatalaksanaannya meliputi penghentian infus, pelepasan kateter, dan pemberian kompres hangat atau dingin.
-
Radang urat darah: Peradangan pada vena akibat iritasi dari kateter atau larutan infus. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, dan bengkak di sepanjang vena. Penatalaksanaannya meliputi penghentian infus, pelepasan kateter, pemberian kompres hangat, dan pemberian obat pereda nyeri.
-
Infeksi: Infeksi di tempat penyisipan dapat menyebabkan selulitis lokal atau, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi aliran darah (sepsis). Pencegahan melibatkan teknik aseptik yang ketat selama pemasangan dan pemantauan rutin di lokasi. Perawatan melibatkan antibiotik.
-
Emboli Udara: Udara memasuki aliran darah melalui jalur infus. Ini adalah komplikasi yang jarang terjadi namun berpotensi mengancam jiwa. Pencegahannya adalah dengan memastikan bahwa semua sambungan sudah kencang dan kantong larutan IV tidak mengering.
-
Reaksi Alergi: Reaksi alergi terhadap larutan IV atau obat yang diberikan. Gejalanya bisa berkisar dari ruam ringan hingga anafilaksis parah. Perawatan melibatkan penghentian infus, pemberian antihistamin atau epinefrin, dan memberikan perawatan suportif.
-
Kelebihan Cairan: Terjadi ketika terlalu banyak cairan yang diberikan terlalu cepat, menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru dan jaringan lain. Hal ini sangat berbahaya bagi pasien dengan masalah jantung atau ginjal. Pencegahan melibatkan pemantauan asupan dan keluaran cairan secara hati-hati dan menyesuaikan kecepatan infus sesuai kebutuhan.
-
Ketidakseimbangan Elektrolit: Infus IV terkadang dapat memperburuk ketidakseimbangan elektrolit yang sudah ada atau menimbulkan ketidakseimbangan baru. Pemantauan kadar elektrolit secara teratur sangat penting.
Edukasi dan Pemantauan Pasien:
Mendidik pasien tentang infus IV sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan mereka. Pasien harus diberitahu tentang tujuan infus, potensi efek samping, dan apa yang harus dilakukan jika mengalami masalah. Perawat secara teratur memantau lokasi infus untuk mencari tanda-tanda komplikasi dan menilai respons pasien terhadap infus. Ini termasuk pemantauan tanda-tanda vital, keseimbangan cairan, dan gejala reaksi merugikan. Dokumentasi infus yang akurat, termasuk jenis larutan, laju aliran, dan komplikasi apa pun, sangat penting untuk kesinambungan perawatan.
Kemajuan dalam Terapi IV:
Kemajuan berkelanjutan dalam terapi IV ditujukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien. Ini termasuk:
-
Pompa Cerdas: Pompa infus dengan fitur keselamatan internal yang mencegah kesalahan pengobatan dan kelebihan cairan.
-
Konektor Tak Perlu: Perangkat yang menghilangkan kebutuhan akan jarum saat mengakses saluran infus, mengurangi risiko cedera tertusuk jarum.
-
Penyisipan IV dengan Panduan USG: Menggunakan pencitraan ultrasonografi untuk memvisualisasikan vena dan memandu pemasangan kateter, meningkatkan tingkat keberhasilan dan mengurangi komplikasi.
-
Kateter Sentral yang Dimasukkan Perifer (PICC): Kateter yang panjang dan tipis dimasukkan ke dalam vena perifer dan dimasukkan ke dalam vena sentral, memungkinkan akses IV jangka panjang.
Memahami prinsip dan praktik infus IV sangat penting untuk memberikan perawatan pasien yang aman dan efektif di rumah sakit. Dengan mematuhi protokol yang ditetapkan, profesional kesehatan dapat meminimalkan risiko komplikasi dan memastikan bahwa pasien menerima cairan, obat-obatan, dan nutrisi yang mereka perlukan untuk pulih dan sembuh.

